Mengubah Hidup Itu Butuh Proses - Shaliha Hijab

Mengubah Hidup Itu Butuh Proses

2 tahun yang lalu      Hijrah Muslimah

Jika Ukhti pikir mengubah hidup itu seperti cerita cinderela yang punya ibu peri, salah besar Ukhti. Sebab jika ingin mengubah hidup, artinya perlu bersedia untuk berproses. Mungkin saja berproses seumur hidup. Tidak ada yang instan di dunia, bahkan untuk mie instan sekalipun Ukhti perlu memasak air bukan?

Tidak jarang kita mendengar cerita kesuksesan seseorang yang benar benar dimulainya dari bawah, from zero to hero.

Seringkali kita tertipu oleh persepsi sendiri. Orang yang baik itu sudah dari sononya. Padahal tidak, mereka sudah melalui proses dan memerlukan waktu dan pengorbanan untuk sampai dalam tahap tertentu.

Adapun cara berubah menjadi lebih baik yaitu kejelasan tujuan
"aku ingin menjadi lebih baik "

Diuraikan dengan,
Baik yang bagaimana? lebih baik apa ?
baik agamanya? lebih baik dari siapa?

Saat memutuskan untuk berubah ukhti harus mempunyai tujuan yang jelas dan berkomitmenlah dengan hal itu.
Kemudian jika tujuan sudah jelas selanjutnya Ukhti harus membulatkan tekad

Mengapa?
Keinginan yang kuat bila ditunjang tekad yang kuat akan menghasilkan perubahan. Dalam proses ini kita akan bertemu banyak halangan dan rintangan, bahkan kecenderungan untuk kembali kedalam zona nyaman kita yang dulu. Nah, untuk mengatasi itu semua, dibutuhkan tekad yang kuat.

Tekad yang kuat artinya Anda harus siap dan mau “membayar” apa pun yang diperlukan (selama halal) untuk mengalami perubahan.

Kenyataanya, banyak yang ingin berubah, tetapi mereka tidak mau memenuhi syaratnya. Keinginan dan tekad mereka lemah, akhirnya mereka berdalih bahwa kondisi saat ini sudah yang terbaik.

Jadi bulatkan tekadmu untuk berubah, sekarang. Kemudian bertawakallah.

# Selanjutnya yaitu hati !!

Dari Abdillah an Nu’man bin Basyir beliau berkata:

Saya mendengar Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Sesungguhnya yang halal itu jelas, yang haram itu jelas, di antara keduanya terdapat perkara yang samar (musytabihat) tidak diketahui oleh kebanyakan manusia.

Barangsiapa yang menghindari syubhat maka ia membersihkan Dien dan kehormatannya.

Barangsiapa yang masuk ke dalam syubuhat maka ia (hampir) masuk ke dalam haram, bagaikan penggembala yang menggembalakan ternaknya di sekitar himaa (wilayah yang dilindungi), hampir-hampir saja ternak itu makan di tempat yang dilindungi tersebut.

Ingatlah, sesungguhnya setiap raja memiliki wilayah khusus yang dilindungi, ingatlah bahwa wilayah khusus yang dilindungi bagi Allah adalah keharamannya.

Ingatlah bahwa di dalam jasad terdapat segumpal daging. Jika baik, maka baiklah seluruh jasad. Jika rusak, maka rusaklah seluruh jasad. Ketahuilah, bahwa (segumpal daging) itu adalah hati (H.R Bukhari dan Muslim)

Bersihkan hati, dari dosa, dari perasaan negatif, dari berburuk sangka, khawatir, lemah, takut, ragu, dan berbagai penyakit hati lainnya.

# Langkah selanjutnya yaitu Istiqomah

Kelanjutan untuk berubah adalah kita harus istiqomah dalam melakukannya. Jika tidak, maka hasilnya tidak akan berarti untuk mengubah hidup. Lakukan terus dan terus sampai Ukhti merasakan perubahan dan terbiasa dengan keadaan itu.

Istiqomah adalah hal yang sulit atau tidak mudah bagi yang belum terbiasa dalam keadaan baik. Untuk itu, dibutuhkan energi yang lebih besar agar bisa terus istiqomah.

Semakin jauh perjalanan, akan semakin dibutuhkan energi yang lebih banyak. Semakin jauh perjalanan, bensin harus siap sedia. Jangan sampai roda berhenti berputar.
Sulit bukan berarti tidak bisa bukan?

 

Teruslah berusaha. Jika gagal coba lagi, lagi dan lagi. Sesungguhnya Allah itu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.



Artikel Terkait



Komentar Artikel "Mengubah Hidup Itu Butuh Proses"