Koreksi Aib Sendiri - Shaliha Hijab

Koreksi Aib Sendiri

2 bulan yang lalu    

"Bagaimana pandanganmu kalau kamu melihat ada orang yang suka mabuk dan berzina?" tanya seorang teman.

"Aku tak begitu tahu rahasia apa yang Allah berikan pada dia. Bisa jadi di akhir hayat nanti dia lebih mulia disisi Allah daripada aku. Aku hanya bisa mendoakan untuk kebaikan dia. Semoga mendapat hidayah."

"Apa kamu ndak ngerasa kenapa dia bisa berbuat begitu? Kok bisa-bisanya berbuat itu? Bukankah itu dosa?"

"Aku tahu itu dosa. Tapi bukan berarti aku berhak merasa bahwa aku lebih baik dari dirinya. Arah hidup orang siapa yang tahu? Barangkali ia punya amal baik yang luput dari pandanganku. Kita hanya bisa melihat secara fisik apa yang dia lakukan. Kita tak usah sok-sok nebak dia akan masuk surga atau tidak. Cukup Allah saja yang beri penilaian. Fokus saja perbaiki aib dan dosa kita. Itu yang lebih pasti kita perbaiki dan kita waspadai. Aib orang lain cukup kita doakan. Kita nasehati dan kita ingatkan jika itu memungkinkan. Logika manusia seringkali memang tidak sejalan dengan 'logika' kehidupan dan kenyataan. Bisa jadi seorang yang sering melakukan dosa memiliki ending yang husnul khotimah. Bisa juga orang rajin ibadah endingnya su'ul khotimah. Siapa yang tahu. Ndak ada yang tahu selain Allah. Kita sendiri saja tidak bisa menjamin diri kita sudah baik atau tidak. Kita juga tidak bisa menjamin diri kita husnul khotimah atau tidak. Apalagi menuduh orang lain lebih hina dari kita? Kebaikan seseorang tidak dilihat dari ketika dia hidup. Namun, dilihat dari bagaimana ia berakhir dalam hidup. Nah, aku tidak tahu hidupku akan berakhir baik atau tidak. Yang bisa kulakukan hanya berusaha berbuat baik agar akhir hidupku juga baik. Seringkali kematian itu menjemput kita dari arah dan waktu tak terduga."

Ukhty, jika kita benar-benar sadar akan aib diri kita sendiri, kita akan semakin malu untuk mengoreksi aib orang lain. Apalagi sampai menjustifikasi dan mencelanya.

Sebaliknya Ukhty, semakin kita tidak menyadari aib diri kita sendiri, semakin jeli kita mengoreksi aib orang lain. Kotornya hati membuat "mata hati" kita buta akan aib diri sendiri dan kebaikan orang lain.




Komentar Artikel "Koreksi Aib Sendiri"